Pizza Margherita sering dianggap sebagai salah satu hidangan paling dikenal dari Italia. Meski sederhana, hidangan ini memiliki jejak sejarah, latar budaya, serta simbolisme warna yang menjadikannya lebih dari sekadar makanan. Artikel ini mengulas asal-usul pizza Margherita, bagaimana sbobet kisahnya berkembang, serta alasan mengapa warnanya dikaitkan dengan bendera Italia.
Asal-Usul Pizza di Italia
Sebelum membahas pizza Margherita, penting untuk memahami perkembangan pizza di Italia secara umum.
1. Perkembangan Awal Roti Pipih
Sejak zaman kuno, masyarakat Mediterania telah membuat roti pipih dengan berbagai topping sederhana. Tradisi ini berkembang di banyak wilayah, termasuk Yunani dan Mesir. Di Italia bagian selatan, terutama Napoli, roti pipih menjadi makanan yang sering dijual oleh pedagang jalanan.
2. Kedatangan Tomat ke Italia
Tomat berasal dari benua Amerika dan baru dikenal di Eropa pada abad ke-16. Awalnya tomat dianggap berbahaya, karena banyak orang percaya tanaman tersebut beracun. Baru pada abad ke-18 masyarakat Napoli mulai menggunakannya sebagai bahan makanan, dan sejak itu roti pipih bertopping tomat semakin populer.
3. Pizza Sebagai Makanan Rakyat
Pada abad ke-18 dan 19, pizza identik sebagai makanan yang dijual kepada kelas pekerja di Napoli. Keterjangkauannya membuatnya menjadi pilihan yang umum bagi masyarakat yang membutuhkan makanan mengenyangkan.
Kisah Lahirnya Pizza Margherita
Pizza Margherita sering dikaitkan dengan kisah kunjungan Ratu Margherita dari Italia ke Napoli pada tahun 1889.
1. Kunjungan Keluarga Kerajaan
Pada masa itu, Italia tergolong masih muda sebagai negara bersatu. Raja Umberto I dan Ratu Margherita melakukan perjalanan keliling Italia untuk mengunjungi berbagai kota, termasuk Napoli. Makanan lokal menjadi bagian dari perjalanan mereka.
2. Pemanggilan Pembuat Pizza
Ratu Margherita ingin mencoba makanan khas Napoli. Pietro Raffaele Esposito, seorang pembuat pizza terkenal dari Pizzeria di Brandi (saat itu disebut Pizzeria di Pietro), dipanggil untuk menyiapkan hidangan bagi sang ratu.
3. Tiga Jenis Pizza
Esposito membuat tiga variasi pizza agar ratu dapat mencicipinya:
- Pizza dengan minyak, keju, dan basil
- Pizza dengan bawang putih, minyak, dan tomat
- Pizza dengan tomat, mozzarella, dan basil
Pizza terakhir menjadi favorit Ratu Margherita.
4. Penamaan Pizza Margherita
Sebagai bentuk penghargaan, Esposito menamai pizza tersebut dengan nama Ratu Margherita. Warna topping yang digunakan dianggap mewakili warna bendera Italia yang baru disahkan saat itu. Surat apresiasi dari istana kerajaan turut memperkuat kisah ini, meskipun beberapa sejarawan menyebut surat itu mungkin ditulis untuk tujuan promosi pizzeria. Meski begitu, kisah tersebut tetap menjadi bagian yang banyak diceritakan dalam sejarah kuliner Italia.
Komposisi Pizza Margherita
Pizza Margherita dikenal karena kesederhanaannya. Bahan yang digunakan tidak banyak, namun harus berkualitas.
1. Adonan Dasar
Adonan pizza dibuat dari tepung gandum, air, garam, dan sedikit ragi. Di Napoli, terdapat aturan ketat mengenai teknik dan waktu fermentasi untuk menghasilkan adonan yang elastis.
2. Saus Tomat
Saus dibuat dari tomat segar atau tomat kalengan jenis San Marzano. Tomat ini memiliki rasa manis, tingkat keasaman seimbang, dan warna merah yang cerah.
3. Keju Mozzarella
Mozzarella yang digunakan biasanya berasal dari susu kerbau atau susu sapi. Mozzarella di Bufala Campana menjadi pilihan utama di banyak pizzeria tradisional.
4. Daun Basil
Daun basil segar diletakkan di atas pizza. Selain memberikan aroma, basil memberikan warna hijau alami yang menjadi ciri khas pizza Margherita.
5. Minyak Zaitun
Minyak zaitun ekstra murni ditambahkan sebelum atau sesudah pemanggangan sebagai pelengkap rasa.
Makna Warna Pizza Margherita dan Hubungannya dengan Bendera Italia
Salah satu aspek yang membuat pizza Margherita dikenal ialah warnanya. Kombinasi merah, putih, dan hijau dinilai mewakili warna bendera Italia.
1. Warna Merah
- Merah berasal dari tomat.
- Merah pada bendera Italia sering dikaitkan dengan keberanian.
- Penggunaan tomat mencerminkan karakter kuliner Italia selatan yang kaya rasa.
2. Warna Putih
- Putih berasal dari mozzarella.
- Warna putih pada bendera Italia dikaitkan dengan nilai kemurnian.
- Keju mozzarella menjadi simbol kualitas bahan makanan Italia yang bergantung pada kesegaran.
3. Warna Hijau
- Hijau berasal dari daun basil.
- Warna hijau pada bendera Italia sering mewakili harapan.
- Basil dipilih karena aromanya yang kuat dan cocok dengan kombinasi tomat dan keju.
4. Keselarasan Tiga Warna
Tiga warna ini membentuk komposisi visual yang sederhana namun jelas. Hal ini membuat pizza Margherita sering dianggap sebagai bentuk penghormatan kuliner terhadap identitas nasional Italia.
Perkembangan Pizza Margherita dari Masa ke Masa
Pizza Margherita terus berkembang seiring meluasnya pengaruh kuliner Italia ke seluruh dunia.
1. Penyebaran ke Amerika
Pada awal abad ke-20, banyak imigran Italia membawa resep pizza ke Amerika. Pizza Margherita menjadi salah satu jenis yang diperkenalkan, meskipun kemudian muncul banyak variasi baru yang berbeda dari versi tradisional Napoli.
2. Standarisasi di Italia
Asosiasi Pizza Napolitana menetapkan pedoman baku untuk pizza Margherita. Standar ini mencakup ukuran, ketebalan, jenis bahan, hingga waktu pemanggangan.
3. Versi Modern
Saat ini banyak chef yang membuat variasi Margherita dengan:
- Mozzarella premium
- Tomat organik
- Basil jenis berbeda
- Minyak zaitun khusus
Meski demikian, ciri dasarnya tetap tidak berubah.
Mengapa Pizza Margherita Tetap Diminati
Ada beberapa alasan mengapa pizza Margherita tetap menjadi pilihan favorit banyak orang hingga sekarang.
1. Kesederhanaan Bahan
Hanya dengan beberapa bahan, cita rasa yang dihasilkan tetap kaya.
2. Keseimbangan Rasa
Tomat memberikan rasa asam dan manis, mozzarella memberikan rasa gurih, basil memberikan aroma segar.
3. Nilai Historis
Kisah yang melekat padanya membuat pizza Margherita memiliki nilai budaya.
4. Representasi Identitas Kuliner Italia
Pizza Margherita sering digunakan untuk mengenalkan kuliner Italia kepada dunia.
Kombinasi warnanya menyampaikan makna yang berkaitan dengan identitas negara, sementara sejarahnya menunjukkan bagaimana sebuah hidangan sederhana dapat menjadi bagian dari budaya nasional.